Bissmillahirrahmaanirrahiim...
Membaca
tahlil atau Surat Yasin sejatinya adalah berzikir; zikir yang bertujuan
mendoakan keluarga yang telah wafat. Hal itu bisa dilakukan secara
individual maupun berjamaah. Jika dilakukan secara individual, maka kita
bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja. Jika dilakukan secara
berjamaah, tentu harus berkumpul di tempat khusus. Zikir yang dilakukan
secara bersama-sama, merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Islam.
Rasulullah SAW bersabda:
لاَيَقْعُدُ
قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ عَزَّوَجَلَّ إِلاَّحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ
وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ
وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم)
Tidaklah
berkumpul suatu kaum sambil berzikir kepada Allah Swt, kecuali mereka
akan dikelilingi oleh para malaikat. Allah Swt. akan melimpahkan rahmat
kepada mereka, memberikan ketenangan hati, dan Allah akan memuji mereka
di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya. (HR. Muslim)
Imam
as-Syafi’i ra. menyatakan: “Sesungguhnya Allah Swt. telah memerintahkan
hamba-hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, bahkan juga memerintahkan
kepada Rasul-Nya. Apabila Allah Swt. memperkenankan umat Islam mendoakan
saudaranya yang masih hidup, tentu diperbolehkan juga mendoakan
saudaranya yang telah wafat. Dan barokah doa tersebut Insya Allah akan
sampai kepada yang didoakan. Sebagaimana Allah Swt. Maha Kuasa memberi
pahala kepada orang yang hidup, Allah Swt. juga Maha Kuasa memberi
manfaat doa kepada mayit.” (Diriwayatkan al-Baihaqi dalam Manaqib
al-Syafi’i, Juz I, hal. 430)
Dalam hadits riwayat Aisyah ra., Rasulullah saw. bersabda:
ما من ميت تصلي عليه أمة من المسلمين يبلغون مائة يشفعون له إلا شفعو فيه (صحيح مسلم)
Mayyit
yang dishalati oleh seratus orang Muslimin sambil (berdoa) memintakan
ampun baginya, tentu permohonan mereka akan diterima. (HR. Muslim, 1576)
Mendoakan
keluarga, khususnya kedua orang tua yang sudah wafat, merupakan anjuran
agama. Karena orang yang sudah wafat tidak bisa lagi berbuat kebajikan.
Yang bisa ia harapkan hanya 3 hal, yaitu shadaqah jariyah, ilmu yang
bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakan atau bersedekah
untuknya (al-hadits). Jika ilmu dan harta tidak punya, maka doa
anak-cuculah yang selalu ditunggu oleh ahli kubur (kita semua calon ahli
kubur, lhoo…).
Kita
diajurkan selalu mendoakan leluhur kita, yang wafatnya bukan disebabkan
mati syahid, karena mereka pasti akan menghadapi ujian berat di alam
kubur. Hal ini ditegaskan oleh banyak hadits Nabi SAW (akan dijelaskan
di belakang). Sedangkan orang yang mati syahid, mereka sudah “cukup”
dengan kesyahidannya. Pernah seorang shahabat bertanya kepada Rasulullah
SAW, kenapa hanya orang mati syahid yang terbebas dari ujian kubur?
Rasulullah SAW menjawab:
كفى ببارقة السيوف على رأسه فتنة
Cukuplah ujian orang yang mati syahid itu ketika ia menghadapi kilatan pedang (ujiannya saat berperang).
Sedangkan
bagi orang kebanyakan yang tidak mati syahid, maka ujian dan siksa
kubur akan selalu menunggu. Sehingga wajar bila kita selalu mendoakan
mereka, baik lewat tahlil atau bacaan Surat Yasin, agar mereka bisa
menghadapi ujian di alam kubur dengan baik.
Hakikat Tahlil dan Yasiin
Secara
bahasa, tahlil artinya membaca la ilaha illalLah. Istilah sudah menjadi
dialek orang Arab yang kemudian diindonesiakan. Karena itu, di
Indonesia, istilah tahlil digunakan untuk menunjukkan aktivitas doa yang
di dalamnya memuat bacaan la ilaha illalLah, yang ditujukan untuk orang
yang sudah wafat. Dari sini dapat dipahami, bahwa di dalam tahlil pasti
terdapat bacaan la ilaha illalLah dan zikir-zikir yang lain, termasuk
ayat-ayat al-Qur’an.
Tahlil
yang biasa dibaca oleh kaum Muslimin di Indonesia, khususnya kaum
Nahdliyyin, merupakan kumpulan doa yang diambil dari ayat-ayat
Al-Qur’an, mulai dari Surat Al-Fatihah, permulaan Surat al-Baqarah,
hingga tiga surat terakhir (Al-Ikhlas, al-Falaaq, dan an-Naas). Banyak
sekali riwayat hadits yang menunjukkan keutamaan bacaan-bacaan tersebut,
yang tentu saja tidak cukup diurai satu per-satu di sini.
Dari
sini dapat ditarik benang merah, bahwa redaksi tahlil tidak harus sama.
Tidak ada tahlil tunggal yang harus diikuti oleh semua orang. Setiap
doa yang ditujukan untuk orang yang sudah wafat, yang di dalamnya memuat
la ilaha illalLah, semua itu hakikatnya adalah tahlil. Maka, di setiap
daerah, bacaan tahlil itu tidak sama persis. Sebab, tujuan utama tahlil
bukan lafadznya, bukan redaksinya, melainkan doanya dan kandungan
isinya.
Mengenai
pembacaan Surat Yasin, hal itu juga merupakan ibadah dan doa yang
sangat dianjurkan. Diriwayatkan oleh Ma’qil bin Yasar ra., bahwa
Rasulullah SAW bersabda:
ويس قلب القرأن لايقرؤها رجلٌ يريد الله تبارك وتعالى والدار الاخرة إلا غفرله, واقرؤها على موتاكم (مسندأحمد بن حنبل)
Surat
Yasin adalah jantung Al-Qur’an. Tidaklah seseorang membacanya dengan
mengharap ridla Allah Swt, kecuali Allah Swt. akan mengampuni
dosa-dosanya. Maka bacalah Surta Yasin atas orang-orang yang telah
meninggal di antara kamu sekalian. (Musnad Ahmad ibn Hanbal, 1941).
Sumber : http://www.akuadalahwanita.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar