Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam merupakan manusia terbaik di dunia sepanjang zaman. Semua akhlak mulia yang dimilikinya patut menjadi tauladan bagi seluruh umat manusia.
Sebagai umatnya, sudah semestinya kita memberikan penghormatan terhadap Rasulullah. Selain bershalawat dan mensuri tauladani akhlak beliau yang mulia, semua umat Islam juga disunnahkan untuk berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam.
Hal ini sesuai dengan kesepakatan para ulama mujtahidin. Mereka menyebutkan bahwa berziarah ke makan Nabi merupakan hal yang dianjurkan dalam agama.
Barang siapa berziarah ke makam Rasulullah, maka ia akan mendapatkan pahala yang agung dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Lalu apa saja keutamaan berziarah ke makam Rasulullah? Berikut adalah keutamaan nya,
1. Mendapatkan Syafaat beliau Shallallahu alaihi wasallam
Salah satu keutamaan berziarah ke makam Rasulullah adalah mendapat syafaat dari sang Kekasih Allah, insya Allah biidznillah ta'ala.
Sebagaimana sabda Rasulullah: “Barang siapa yang berziarah ke makamku maka patut baginya mendapat syafaatku”. (HR ad Daruquthni, dan di anggap kuat oleh al al Hafidz Abdul Haq al Isybili dan al Hafidz Taqiyuddin as Subki dan al Hafidz as Suyuthi dan lainnya)
Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang datang kepadaku untuk menziarahiku, tidak ada keperluan lain kecuali hanya menziarahiku maka aku pasti akan menjadi pemberi syafaat baginya di hari kiamat. (Diriwayatkan oleh at Thabarani dan dishahihkan oleh al Hafidz Said ibn As Sakan).
2. Mendapatkan Ampunan Allah
Siapa saja yang bertaubat pada saat berziarah ke makam Rasulullah, maka beliau juga akan memohonkan ampun atas diri peziarah tersebut kepada Allah. Seperti yang dijelaskan dalam Q.S An Nisa:64 yang artinya:
“Jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S an Nisa’:64).
3. Mendapatkan Keberkahan dalam kehidupan
Rasulullah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallan adalah manusia yang paling mulia. Keberkahan dan rahmat jelas akan meliputinya. Maka semua perbuatan yang berkaitan dengan beliau adalah sebuah keberkahan, termasuk dengan berziarah mengunjungi makam beliau.
Diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnadnya dan at Thabrani dalam al Mu’jam al Kabir dan al Ausath dari sahabat Abu Ayyub al Anshari, pada suatu hari Ia datang untuk berziarah ke makam Rasulullah. Karena begitu rindu terhadap Rasul Ia pun meletakkan mukanya di atas kubur
Pada saat itu muncul Marwan, ia mengatakan: “Apakah kamu tahu yang sedang kamu kerjakan?”, Kemudian Abu Ayyub menoleh padanya dan berkata: “Ya, aku datang pada Rasulullah dan aku tidak datang pada sebuah batu, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian menangisi agama ini jika dipegang oleh ahlinya, akan tetapi tangisilah agama ini jika agama ini dipegang oleh orang-orang yang bukan ahlinya”
Sebagai umat beliau, sudah semestinya kita berniat untuk berziarah ke makam manusia paling mulia di alam semesta ini. Sehingga kelak di hari kiamat semoga kita memperoleh syafaat dan bisa berkumpul dengan beliau, Aamiin.
Media Hikmah
Rabu, 02 Agustus 2017
Setelah Nikah 2 Bulan Baru Tahu Ternyata Istri Mantan PSK, Bagaimana Ini Ustadz?
Pak Ustadz saya mohon petunjuk dan arahan dengan dalil Al Qur'an dan Hadist saya berpoligami tapi tanpa sepengetahuan istri pertama, saya seorang wirausaha yang termasuk sukses dan saya sudah berhaji di usia 36 tahun (2011) di tahun 2014 saya bertemu dengan (sekarang) istri kedua saya, dia adalah sekretaris di perusahaan teman saya bekerja teman saya sebagai direkturnya dia non muslim (nasrani).
Awalnya saya biasa saja (tidak ada perasaan, red) dengan istri kedua saya ini tapi lama-lama ada yang menarik karena teman saya sering mengajak saya ke rumahnya dan saya dijadikan tameng bahwa sayalah yang sedang pdkt dengan sekretarisnya ternyata istri teman saya ini curhat dan mengkorek informasi kurang lebih 3 bulan ini dia memergoki chat suaminya dengan sekretaris suaminya dengan merayu sekretarisnya tersebut.
Nah pada suatu saat sekretaris ini selama seminggu di cuekin sama temen saya dan sekretaris ini chat sama teman saya kalau dia sudah terlanjur sayang sama teman saya (saya tahu karena chat itu dipamerkan ke saya sama teman saya tersebut) dari situ saya mencoba mendekati sekretaris ini untuk mengetahui latar belakangnya kok sampai mau dengan non muslim dan dia juga tahu kelakuan teman saya ini suka perempuan bahkan dia tahu kalau punya wts simpanan di apartementnya, saya sangat kaget karena ayah dari anak ini adalah lulusan pesantren terkenal di daerah pondok gede, ibunya juga anak ustadz di daerahnya tinggal dan keluarganya rajin sholat dan semua bisa baca Al Qur'an.
Saya beranalisa bahwa pasti ada sisi kehidupan anak ini yang kelam, memang dia sebenarnya juga tertarik sama saya karena dia baru tahu teman direkturnya ada yang rajin sholat dan selalu di masjid karena kantornya tidak jauh dari masjid, akhirnya dia mau banyak bertanya tentang agama ya saya jawab semampu saya kalau detailnya saya kasih referensi web islam seperti kabarmakkah.com dan saya belikan referensi buku-buku islam nah sampai pada suatu saat dia akhirnya mengaku bahwa dia pernah berzina dengan mantan pacarnya, akhirnya singkat cerita saya cuma bertanya sama dia mau nggak taubatan nasuha?
Dia jawab mau, tapi bagaimana kondisi dia yang sudah tidak perawan saya bilang taubatan nasuha dulu nanti Insayaa Allah ksh jalan, kalau kamu masih berharap mantanmu jadi suamimu maka kalian harus bertaubat, tapi dia tidak mau karena dia tahu mantannya seperti apa dan dia bilang untuk apa bersuami yang akhlaqnya tidak baik saya bilang ya sudah lakukan 3 rukun taubatan nasuha dan perbanyak amal kebaikan singkat cerita akhirnya dia banyak berubah dan sering saya kalau mampir kantornya saya ajak ke masjid untuk sholat berjamaah dan ketika dikenalkan keluarganya mereka bercerita kalau dia sudah banyak berubah, dari sini saya meminangnya supaya dia makin istiqomah di jalan Allah.
Ortunya bersyukur dan sangat mendukung akhirnya kami menikah resmi di KUA, kami bahagia di awal pernikahan tapi baru berjalan 2 bulan salah satu teman saya membuka aib istri saya sama teman-teman ke group WA teman SD karena teman saya yang direktur ini teman SD saya, pas dibuka aib mereka saya kaget dan tidak percaya saya bertabayyun ke istri apa benar yang dikatakan teman saya ini, awalnya istri berbohong bahkan sumpah demi Allah, akhirnya saya memohon sama Allah agar dibuka semua tabir yang tidak tahu, karena aib ini dibuka terus sama teman saya ke kolega bisnis, teman bahkan keluarga saya, intinya semua orang di kasih tahu kalau istri kedua saya adalah mantan pelacurnya dan sudah dibuang dan saya mungut dari tempat sampah.
Akhirnya benar, Allah buka semua aib itu satu persatu, nah menurut saya disini masalahnya istri melakukan semua itu setelah dia menyatakan taubat, jadi pernikahan saya haram hukumnya karena istri masih menjadi pezina karena belum taubatan nasuha, bahkan istri 5 hari sebelum menikah masih sempat berzina dengan mantannya,
Sebenarnya kecurigaan itu ada tapi saya berusaha khusnudzon terus karena kalau orang taubat jangan dipersulit, nah efeknya usaha saya yang sukses jadi jatuh selama 4 bulan setelah menikah sampai lebaran 2016 habis/tutup usaha saya, sudah saya upaya strategi bermacam macam ilmu bisnis saya terapkan tetap tutup, bahkan lebaran kemarin kami memperbaiki nikah lagi tapi sampai sekarang belum terlihat perbaikannya? Apakah taubatnya belum di terima atau karena pernikahannya masih hukumnya haram karena karena istri masih pezina? Mohon pencerahannya Pak Ustadz karena saya berencana menceraikannya, bisa di reply langsung karena saya perlu jawaban secepatnya.
Ada tambahan info, istri saya selalu mengelak dan berkilah semua dilakukan di luar pernikahan, namun dia juga sudah ratusan kali bersumpah demi Allah palsu dan menggunakan Al Qur'an kenapa sampai ratusan kali dia mengakui perzinahannya tidak pernah langsung jadi dia bersumpah tidak berzina cuma di pegang lama-lama ngaku cuma dicium lama-lama ngaku cuma dipegang bagian tertentu dst.
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS an-Nisaa’:3)
Oleh karena itu, Adillah dan Jujurlah terhadap hati nurani, Adillah dan Jujurlah terhadap istri sendiri, Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, Aamiin.
Awalnya saya biasa saja (tidak ada perasaan, red) dengan istri kedua saya ini tapi lama-lama ada yang menarik karena teman saya sering mengajak saya ke rumahnya dan saya dijadikan tameng bahwa sayalah yang sedang pdkt dengan sekretarisnya ternyata istri teman saya ini curhat dan mengkorek informasi kurang lebih 3 bulan ini dia memergoki chat suaminya dengan sekretaris suaminya dengan merayu sekretarisnya tersebut.
Nah pada suatu saat sekretaris ini selama seminggu di cuekin sama temen saya dan sekretaris ini chat sama teman saya kalau dia sudah terlanjur sayang sama teman saya (saya tahu karena chat itu dipamerkan ke saya sama teman saya tersebut) dari situ saya mencoba mendekati sekretaris ini untuk mengetahui latar belakangnya kok sampai mau dengan non muslim dan dia juga tahu kelakuan teman saya ini suka perempuan bahkan dia tahu kalau punya wts simpanan di apartementnya, saya sangat kaget karena ayah dari anak ini adalah lulusan pesantren terkenal di daerah pondok gede, ibunya juga anak ustadz di daerahnya tinggal dan keluarganya rajin sholat dan semua bisa baca Al Qur'an.
Saya beranalisa bahwa pasti ada sisi kehidupan anak ini yang kelam, memang dia sebenarnya juga tertarik sama saya karena dia baru tahu teman direkturnya ada yang rajin sholat dan selalu di masjid karena kantornya tidak jauh dari masjid, akhirnya dia mau banyak bertanya tentang agama ya saya jawab semampu saya kalau detailnya saya kasih referensi web islam seperti kabarmakkah.com dan saya belikan referensi buku-buku islam nah sampai pada suatu saat dia akhirnya mengaku bahwa dia pernah berzina dengan mantan pacarnya, akhirnya singkat cerita saya cuma bertanya sama dia mau nggak taubatan nasuha?
Dia jawab mau, tapi bagaimana kondisi dia yang sudah tidak perawan saya bilang taubatan nasuha dulu nanti Insayaa Allah ksh jalan, kalau kamu masih berharap mantanmu jadi suamimu maka kalian harus bertaubat, tapi dia tidak mau karena dia tahu mantannya seperti apa dan dia bilang untuk apa bersuami yang akhlaqnya tidak baik saya bilang ya sudah lakukan 3 rukun taubatan nasuha dan perbanyak amal kebaikan singkat cerita akhirnya dia banyak berubah dan sering saya kalau mampir kantornya saya ajak ke masjid untuk sholat berjamaah dan ketika dikenalkan keluarganya mereka bercerita kalau dia sudah banyak berubah, dari sini saya meminangnya supaya dia makin istiqomah di jalan Allah.
Ortunya bersyukur dan sangat mendukung akhirnya kami menikah resmi di KUA, kami bahagia di awal pernikahan tapi baru berjalan 2 bulan salah satu teman saya membuka aib istri saya sama teman-teman ke group WA teman SD karena teman saya yang direktur ini teman SD saya, pas dibuka aib mereka saya kaget dan tidak percaya saya bertabayyun ke istri apa benar yang dikatakan teman saya ini, awalnya istri berbohong bahkan sumpah demi Allah, akhirnya saya memohon sama Allah agar dibuka semua tabir yang tidak tahu, karena aib ini dibuka terus sama teman saya ke kolega bisnis, teman bahkan keluarga saya, intinya semua orang di kasih tahu kalau istri kedua saya adalah mantan pelacurnya dan sudah dibuang dan saya mungut dari tempat sampah.
Akhirnya benar, Allah buka semua aib itu satu persatu, nah menurut saya disini masalahnya istri melakukan semua itu setelah dia menyatakan taubat, jadi pernikahan saya haram hukumnya karena istri masih menjadi pezina karena belum taubatan nasuha, bahkan istri 5 hari sebelum menikah masih sempat berzina dengan mantannya,
Sebenarnya kecurigaan itu ada tapi saya berusaha khusnudzon terus karena kalau orang taubat jangan dipersulit, nah efeknya usaha saya yang sukses jadi jatuh selama 4 bulan setelah menikah sampai lebaran 2016 habis/tutup usaha saya, sudah saya upaya strategi bermacam macam ilmu bisnis saya terapkan tetap tutup, bahkan lebaran kemarin kami memperbaiki nikah lagi tapi sampai sekarang belum terlihat perbaikannya? Apakah taubatnya belum di terima atau karena pernikahannya masih hukumnya haram karena karena istri masih pezina? Mohon pencerahannya Pak Ustadz karena saya berencana menceraikannya, bisa di reply langsung karena saya perlu jawaban secepatnya.
Ada tambahan info, istri saya selalu mengelak dan berkilah semua dilakukan di luar pernikahan, namun dia juga sudah ratusan kali bersumpah demi Allah palsu dan menggunakan Al Qur'an kenapa sampai ratusan kali dia mengakui perzinahannya tidak pernah langsung jadi dia bersumpah tidak berzina cuma di pegang lama-lama ngaku cuma dicium lama-lama ngaku cuma dipegang bagian tertentu dst.
Setiap pengakuan bersumpah demi Allah tidak lebih dari itu, awalnya dia juga menjadi "pakaian" bagi teman saya itu yang seharusnya dilakukan kepada suaminya. jadi dia menutupi bahwa direkturnya itu baik dan selalu menghormati dia seperti adiknya sendiri, Namun setelah semua terkuak ternyata mereka setiap ke apartement selalu nonton blue film, nyabu dan pil ekstasi diminum pakai miras dengar musik kencang dst maaf ternyata ketika sama mantan pacarnya mereka berzina sudah seperti binatang.
Setiap birahi sang cowok naik ia selalu berzina dengannya, begitu juga dengan direktur ini cuma bedanya dia harus dicekoki barang haram seperti sabu karena efek pertamanya dalam 4 bulan itu pemakainya terangsang selanjutnya bisa impoten nah teman saya ini sudah perlu obat kuat supaya bisa "on" dan istri sudah 2 kali pergi dari rumah yang saya sediakan buat dia, tanpa ijin saya ke rumah ortunya dan saya sudah coba jelaskan adzab dan hukumannya tapi masih terulang juga.
Kalau istri pertama orangnya polos, jujur, tulus, ikhlas mencintai saya dan pekerja keras meski baru bisa ngaji 4 tahun terakhir tapi akhlaqnya baik dan saya ada rasa menyesal seperti sudah selingkuh dibelakangnya padahal kan saya berusaha syar'i dengan menikahi yang kedua ini dan niat menyelamatkan akidahnya mohon balasan secepatnya ya Pak Ustadz.
Jawaban
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Alhamdulillah bini'matihi tatimmus shaalihaat.
Semoga Saudaraku yang disana senantiasa dinaungi taufik dan hidayah Allah, Aamiin
Perlu kita ketahui, bahwa menurut syariat Islam, Poligami memang tak disyaratkan untuk meminta izin dari istri pertama.
Poligami secara diam-diam memang sah, Tapi tidak patut.
Mengapa?
Sebab salah satu tujuan pernikahan adalah menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Lalu bagaimana bisa tercipta 'mawaddah' atau kasih sayang, jika salah satunya merasa dikhianati dan didzalimi?
Saran kami, cobalah Saudara tanyakan pada hati nurani sendiri, Apakah memang saudara merasa bersalah terhadap istri pertama setelah berpoligami secara diam-diam?
Jika memang merasa bersalah, bertaubatlah dan meminta maaf secara jantan pada istri pertama Anda.
Karena 'bisa jadi' seretnya rezeki dan jatuhnya bisnis adalah karena Saudara telah berbuat dzalim pada istri pertama yang benar-benar ikhlas melayani dan mendampingi dalam senang dan duka.
Tindakan saudara menikahi wanita nakal demi meluruskan akidahnya dan membimbingnya ke jalan yang lurus memang patut diapresiasi.
Namun, Saudara harus waspada dengan bisikan 'halus' yang ada dalam hati Saudara.
Tanyakan dalam hati, Benarkah selama ini Saudara menikahinya karena berniat ingin meluruskannya ataukah hanya 'nafsu semata'?
Jika memang benar ingin membimbingnya dan wanita tersebut mau dibimbing maka alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang telah memberi hidayah pada Saudara dan istri kedua.
Usaha Seret Karena Menikahi Wanita Mantan PSK?
Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan rezeki Saudara menjadi seret, Dari semua yang Saudara ceritakan diatas, penyebabnya hanya ada dua: Karena mendzalimi istri sendiri, atau karena zakat bisnis yang Saudara kelola belum disalurkan kepada yang berhak.
Bukankah doa seseorang yang di dzalimi adalah mustajab? Bukankah Allah telah memerintahkan kepada setiap umat Islam untuk berzakat?
Banyak hal yang bisa menjadi penyebab usaha seret, Namun yang pasti bukan karena menikahi wanita mantan PSK.
Jika memang ingin membimbing wanita mantan PSK tersebut kan tidak harus menikahinya? Dengan kemampuan dan professionalitas yang Saudara miliki, tentu ada banyak jalan untuk membina dan membawanya ke jalan yang lurus.
Dan sekarang nasi telah menjadi bubur, bertaubatlah kepada Allah dan memohon petunjuk kepada-Nya.
Jika memang niat Saudara ingin membawa wanita mantan PSK tersebut ke jalan yang benar di dunia hingga akhirat maka saran kami adalah lanjutkan pernikahan tersebut.
Namun jika wanita tersebut sudah tidak bisa diatur dan diajak ke jalan yang benar maka buat apa diteruskan lagi?
Dan jika melanjutkan (tetap dengan istri kedua), maka jangan lupa untuk meminta maaf terhadap istri pertama, katakan dengan jujur kepada istri pertama apa yang sebenarnya terjadi.
Jika untuk jujur dan meminta maaf pada istri pertama tidak dilakukan oleh Saudara, maka bagaimana saudara bisa adil terhadap kedua istri yang saudara miliki?
Padahal syarat untuk bisa poligami adalah adil. Dan di hari kiamat nanti, Allah mengancam para lelaki yang tidak mampu berbuat adil terhadap istri-istrinya.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR Abu Dawud, An Nasai, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
Sementara dalam Sunan Tirmidzi, Rasulullah bersabda,
“Apabila seorang laki-laki memiliki dua istri namun tidak berlaku adil di antara keduanya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR Tirmidzi)
Bukankah lelaki hanya diperintahkan untuk menikahi seorang wanita saja jika tak mampu berbuat adil?
Setiap birahi sang cowok naik ia selalu berzina dengannya, begitu juga dengan direktur ini cuma bedanya dia harus dicekoki barang haram seperti sabu karena efek pertamanya dalam 4 bulan itu pemakainya terangsang selanjutnya bisa impoten nah teman saya ini sudah perlu obat kuat supaya bisa "on" dan istri sudah 2 kali pergi dari rumah yang saya sediakan buat dia, tanpa ijin saya ke rumah ortunya dan saya sudah coba jelaskan adzab dan hukumannya tapi masih terulang juga.
Kalau istri pertama orangnya polos, jujur, tulus, ikhlas mencintai saya dan pekerja keras meski baru bisa ngaji 4 tahun terakhir tapi akhlaqnya baik dan saya ada rasa menyesal seperti sudah selingkuh dibelakangnya padahal kan saya berusaha syar'i dengan menikahi yang kedua ini dan niat menyelamatkan akidahnya mohon balasan secepatnya ya Pak Ustadz.
Jawaban
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh, Alhamdulillah bini'matihi tatimmus shaalihaat.
Semoga Saudaraku yang disana senantiasa dinaungi taufik dan hidayah Allah, Aamiin
Perlu kita ketahui, bahwa menurut syariat Islam, Poligami memang tak disyaratkan untuk meminta izin dari istri pertama.
Poligami secara diam-diam memang sah, Tapi tidak patut.
Mengapa?
Sebab salah satu tujuan pernikahan adalah menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Lalu bagaimana bisa tercipta 'mawaddah' atau kasih sayang, jika salah satunya merasa dikhianati dan didzalimi?
Saran kami, cobalah Saudara tanyakan pada hati nurani sendiri, Apakah memang saudara merasa bersalah terhadap istri pertama setelah berpoligami secara diam-diam?
Jika memang merasa bersalah, bertaubatlah dan meminta maaf secara jantan pada istri pertama Anda.
Karena 'bisa jadi' seretnya rezeki dan jatuhnya bisnis adalah karena Saudara telah berbuat dzalim pada istri pertama yang benar-benar ikhlas melayani dan mendampingi dalam senang dan duka.
Tindakan saudara menikahi wanita nakal demi meluruskan akidahnya dan membimbingnya ke jalan yang lurus memang patut diapresiasi.
Namun, Saudara harus waspada dengan bisikan 'halus' yang ada dalam hati Saudara.
Tanyakan dalam hati, Benarkah selama ini Saudara menikahinya karena berniat ingin meluruskannya ataukah hanya 'nafsu semata'?
Jika memang benar ingin membimbingnya dan wanita tersebut mau dibimbing maka alhamdulillah, Segala puji bagi Allah yang telah memberi hidayah pada Saudara dan istri kedua.
Usaha Seret Karena Menikahi Wanita Mantan PSK?
Ada beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan rezeki Saudara menjadi seret, Dari semua yang Saudara ceritakan diatas, penyebabnya hanya ada dua: Karena mendzalimi istri sendiri, atau karena zakat bisnis yang Saudara kelola belum disalurkan kepada yang berhak.
Bukankah doa seseorang yang di dzalimi adalah mustajab? Bukankah Allah telah memerintahkan kepada setiap umat Islam untuk berzakat?
Banyak hal yang bisa menjadi penyebab usaha seret, Namun yang pasti bukan karena menikahi wanita mantan PSK.
Jika memang ingin membimbing wanita mantan PSK tersebut kan tidak harus menikahinya? Dengan kemampuan dan professionalitas yang Saudara miliki, tentu ada banyak jalan untuk membina dan membawanya ke jalan yang lurus.
Dan sekarang nasi telah menjadi bubur, bertaubatlah kepada Allah dan memohon petunjuk kepada-Nya.
Jika memang niat Saudara ingin membawa wanita mantan PSK tersebut ke jalan yang benar di dunia hingga akhirat maka saran kami adalah lanjutkan pernikahan tersebut.
Namun jika wanita tersebut sudah tidak bisa diatur dan diajak ke jalan yang benar maka buat apa diteruskan lagi?
Dan jika melanjutkan (tetap dengan istri kedua), maka jangan lupa untuk meminta maaf terhadap istri pertama, katakan dengan jujur kepada istri pertama apa yang sebenarnya terjadi.
Jika untuk jujur dan meminta maaf pada istri pertama tidak dilakukan oleh Saudara, maka bagaimana saudara bisa adil terhadap kedua istri yang saudara miliki?
Padahal syarat untuk bisa poligami adalah adil. Dan di hari kiamat nanti, Allah mengancam para lelaki yang tidak mampu berbuat adil terhadap istri-istrinya.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,
“Siapa saja orangnya yang memiliki dua istri lalu lebih cenderung kepada salah satunya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR Abu Dawud, An Nasai, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)
Sementara dalam Sunan Tirmidzi, Rasulullah bersabda,
“Apabila seorang laki-laki memiliki dua istri namun tidak berlaku adil di antara keduanya, pada hari kiamat kelak ia akan datang dalam keadaan sebagian tubuhnya miring.” (HR Tirmidzi)
Bukankah lelaki hanya diperintahkan untuk menikahi seorang wanita saja jika tak mampu berbuat adil?
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya” (QS an-Nisaa’:3)
Oleh karena itu, Adillah dan Jujurlah terhadap hati nurani, Adillah dan Jujurlah terhadap istri sendiri, Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, Aamiin.
Pria Ini Tetap Shalat Berdiri Meski Hanya Punya 1 Kaki, Alasannya Tak Duduk Sungguh Mengharukan
Meski kondisi fisiknya tidak sempurna namun seorang pria mencoba melaksanakan kewajibannya sebagai umat muslim dengan sempurna.
Meski hanya memiliki satu kaki, pria tersebut tetap berdiri saat menjalankan shalat.
Bahkan pria ini bisa melaksanakan ibadah shalat dengan satu kaki tanpa bantuan tongkat.
Cerita yang dibagikan oleh pemilik akun facebook Mohamad Gunadi pada 26 juli ini pun menceritakan kenapa pria tersebut hanya memiliki satu kaki.
Baca: Pertanyaan Pria Ini Soal HP yang Mati Saat Dicemplung ke Air Bikin Kesal Sekaligus Ngakak, Kok Bisa?
Gunadi pun merasa sangat salut ketika pria berbaju hitam itu mengatakan bahwa dirinya masih mampu untuk shalat dengan berdiri.
'Ketika saya tanya kenapa ga duduk aja shalatnya, dia menjawab. Saya masih mampu berdiri Pak. Saya duduk kalau sudah sangat terpaksa, yaitu saat kondisi badan drop Karena cape berjalan jauh mencari pekerjaan,' dikutip dari postingan Gunadi.
Dari postingan Gunadi diinformasikan bahwa pria tersebut sering menjalankan shalat lima waktu di Mesjid Al-Aman Polresta Balik Papan.
Diketahui rupanya pria tersebut dulunya adalah seorang sopir truk.
Kemudian pria itu pun mencari pekerjaan lain dengan sahabatnya ke Balik Papan.
Namun nasib berkata lain rupanya pria tersebut ditipu oleh sahabatnya sendiri, sehingga beberapa barang berharga lainnya dibawa kabur oleh temannya.
Gunadi pun mengabadikan pria tersebut melalui ponselnya.
Gunadi mengatakan bahwa foto dan video tersebut akan dipakai untuk menyemangati dirinya agar tidak menyerah.
'Ya Allah berkahilah usahanya dalam mencari pekerjaan, ridhoilah rejekinya, Dan selalu istiqamah dalam beribadah, menunaikan shalat 5 waktunya di mesjid.
Saya tunjukkan rekaman Saya ke dia, sekaligus minta ijin untuk menyimpannya sebagai penyemangat Saya yg alhamdulillah masih diberikan kesehatan. Agar dapat istiqamah shalat berjamaah di mesjid,'
Postingan yang diunggah pada 26 juli itu pun sudah dibagikan oleh 19 ribu pengguna facebook.
Di pertemukan dengan pemuda ini di mesjid Al Aman polresta balikpapan.
Panggilannya andri umur 23 tahun. Asal banyuwangi,Saat ketemu sabtu 22 juli 2017, dia baru 12 Hari di balikpapan.
Saya bertemu dia saat shalat dzuhur, ashar Dan maghrib Hari sabtu itu. Dan baru memulai percakapan menjelang isya.
Saat Saya datang dia sedang duduk di bangku. Sambil melepas sepatu Saya Tanya dia, kerja di sekitar sini mas? Karena saya lihat sejak dzuhur shalat di mesjid ini.
Belum Pak. Lagi cari2 kerja, Saya baru sampai d balikpapan 12 Hari yg lalu. Di ajak teman untuk kerja disini, tp ternyata ditipu, Dan barang2 berharga dia termasuk hp diambil temannya. Jawab dia.
Karena adzan isya sudah berkumandang, akhirnya ceritanya di stop dulu, untuk sama2 shalat isya.
Selesai shalat Isya, Kita lanjutkan percakapan yg sempat terhenti.
Dia sebelumnya kerja sebagai supir truk fuso, yg bawa barang di kalimantan. Namun dia kecelakaan d bulan April 2016, saat truk minggir untuk ganti ban, truk di tabrak oleh truk lain, kakinya terkena pentalan besi. Yg nyebabin kakinya di amputasi abis sampai pangkal pahanya.
Jadilah sekarang dia mencari pekerjaan lagi, namun dengan keterbatasan fisiknya, pekerjaan masih belum di dapatnya.
Yang membuat salut adalah, dengan kondisi tinggal Satu kaki, dia tetap istiqomah shalat ke mesjid setiap waktu shalat, di sela2 dia berusaha mencari pekerjaan, Dan berusaha untuk shalat tetap berdiri dengan Satu kaki.
Ketika saya tanya kenapa ga duduk aja shalatnya, dia menjawab. Saya masih mampu berdiri Pak. Saya duduk kalau sudah sangat terpaksa, yaitu saat kondisi badan drop Karena cape berjalan jauh mencari pekerjaan.
Ya Allah berkahilah usahanya dalam mencari pekerjaan, ridhoilah rejekinya, Dan selalu istiqamah dalam beribadah, menunaikan shalat 5 waktunya di mesjid.
Saya tunjukkan rekaman Saya ke dia, sekaligus minta ijin untuk menyimpannya sebagai penyemangat Saya yg alhamdulillah masih diberikan kesehatan. Agar dapat istiqamah shalat berjamaah di mesjid.
#balikpapan#mesjidAl-Iman#polresbalikapapan#shalatjamaah
Beberapa pengguna akun facebook lainnya pun mendoakan pria tersebut, Berikut komentar netizen.
Muchammadan Hijaroh : Malunya saya yg masih utuh secara fisik tapi untuk urusan ibadah masih bolong2....mudah2n masx tetap istiqomah dalam beribadah,berusaha dan semoga mndapatkan rejeki yg belimpah dari allah..amin
Ukke Helmi : Ya Allah salut smg segera diberi pekerjaan yg baik dan layak. Dmn pertanggungjwban truk yg nambrak itu yahh, buatin kaki palsu kek.
Siti Mulyani : Masya Allah....salut utk mas ini...semoga Allah senantiasa melindungi & memudahkan segala urusanny.Dan semoga tetap istiqomah....Aamiin
Meski hanya memiliki satu kaki, pria tersebut tetap berdiri saat menjalankan shalat.
Bahkan pria ini bisa melaksanakan ibadah shalat dengan satu kaki tanpa bantuan tongkat.
Cerita yang dibagikan oleh pemilik akun facebook Mohamad Gunadi pada 26 juli ini pun menceritakan kenapa pria tersebut hanya memiliki satu kaki.
Baca: Pertanyaan Pria Ini Soal HP yang Mati Saat Dicemplung ke Air Bikin Kesal Sekaligus Ngakak, Kok Bisa?
Gunadi pun merasa sangat salut ketika pria berbaju hitam itu mengatakan bahwa dirinya masih mampu untuk shalat dengan berdiri.
'Ketika saya tanya kenapa ga duduk aja shalatnya, dia menjawab. Saya masih mampu berdiri Pak. Saya duduk kalau sudah sangat terpaksa, yaitu saat kondisi badan drop Karena cape berjalan jauh mencari pekerjaan,' dikutip dari postingan Gunadi.
Dari postingan Gunadi diinformasikan bahwa pria tersebut sering menjalankan shalat lima waktu di Mesjid Al-Aman Polresta Balik Papan.
Diketahui rupanya pria tersebut dulunya adalah seorang sopir truk.
Kemudian pria itu pun mencari pekerjaan lain dengan sahabatnya ke Balik Papan.
Namun nasib berkata lain rupanya pria tersebut ditipu oleh sahabatnya sendiri, sehingga beberapa barang berharga lainnya dibawa kabur oleh temannya.
Gunadi pun mengabadikan pria tersebut melalui ponselnya.
Gunadi mengatakan bahwa foto dan video tersebut akan dipakai untuk menyemangati dirinya agar tidak menyerah.
'Ya Allah berkahilah usahanya dalam mencari pekerjaan, ridhoilah rejekinya, Dan selalu istiqamah dalam beribadah, menunaikan shalat 5 waktunya di mesjid.
Saya tunjukkan rekaman Saya ke dia, sekaligus minta ijin untuk menyimpannya sebagai penyemangat Saya yg alhamdulillah masih diberikan kesehatan. Agar dapat istiqamah shalat berjamaah di mesjid,'
Postingan yang diunggah pada 26 juli itu pun sudah dibagikan oleh 19 ribu pengguna facebook.
Di pertemukan dengan pemuda ini di mesjid Al Aman polresta balikpapan.
Panggilannya andri umur 23 tahun. Asal banyuwangi,Saat ketemu sabtu 22 juli 2017, dia baru 12 Hari di balikpapan.
Saya bertemu dia saat shalat dzuhur, ashar Dan maghrib Hari sabtu itu. Dan baru memulai percakapan menjelang isya.
Saat Saya datang dia sedang duduk di bangku. Sambil melepas sepatu Saya Tanya dia, kerja di sekitar sini mas? Karena saya lihat sejak dzuhur shalat di mesjid ini.
Belum Pak. Lagi cari2 kerja, Saya baru sampai d balikpapan 12 Hari yg lalu. Di ajak teman untuk kerja disini, tp ternyata ditipu, Dan barang2 berharga dia termasuk hp diambil temannya. Jawab dia.
Karena adzan isya sudah berkumandang, akhirnya ceritanya di stop dulu, untuk sama2 shalat isya.
Selesai shalat Isya, Kita lanjutkan percakapan yg sempat terhenti.
Dia sebelumnya kerja sebagai supir truk fuso, yg bawa barang di kalimantan. Namun dia kecelakaan d bulan April 2016, saat truk minggir untuk ganti ban, truk di tabrak oleh truk lain, kakinya terkena pentalan besi. Yg nyebabin kakinya di amputasi abis sampai pangkal pahanya.
Jadilah sekarang dia mencari pekerjaan lagi, namun dengan keterbatasan fisiknya, pekerjaan masih belum di dapatnya.
Yang membuat salut adalah, dengan kondisi tinggal Satu kaki, dia tetap istiqomah shalat ke mesjid setiap waktu shalat, di sela2 dia berusaha mencari pekerjaan, Dan berusaha untuk shalat tetap berdiri dengan Satu kaki.
Ketika saya tanya kenapa ga duduk aja shalatnya, dia menjawab. Saya masih mampu berdiri Pak. Saya duduk kalau sudah sangat terpaksa, yaitu saat kondisi badan drop Karena cape berjalan jauh mencari pekerjaan.
Ya Allah berkahilah usahanya dalam mencari pekerjaan, ridhoilah rejekinya, Dan selalu istiqamah dalam beribadah, menunaikan shalat 5 waktunya di mesjid.
Saya tunjukkan rekaman Saya ke dia, sekaligus minta ijin untuk menyimpannya sebagai penyemangat Saya yg alhamdulillah masih diberikan kesehatan. Agar dapat istiqamah shalat berjamaah di mesjid.
#balikpapan#mesjidAl-Iman#polresbalikapapan#shalatjamaah
Beberapa pengguna akun facebook lainnya pun mendoakan pria tersebut, Berikut komentar netizen.
Muchammadan Hijaroh : Malunya saya yg masih utuh secara fisik tapi untuk urusan ibadah masih bolong2....mudah2n masx tetap istiqomah dalam beribadah,berusaha dan semoga mndapatkan rejeki yg belimpah dari allah..amin
Tekun Menabung dari Gaji Rp 350.000, Kakek Penjaga Masjid Ini Akhirnya Naik Haji
Mulyono (75) beristirahat di dapur rumahnya, Dusun Kebunagung, Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, setelah mengikuti acara pelepasan haji.
Kakek sederhana ini terlihat bahagia, meski raut mukanya menunjukkan lelah. Matanya berkaca-kaca ketika ditanya persiapannya untuk menunaikan ibadah haji.
“Saya tidak menyangka bisa berangkat (haji),” tuturnya dengan nada bergetar.
Mulyono merupakan petugas kebersihan Masjid Agung Al Munawwar Tulungagung sejak 30 tahun silam. Hingga sekarang, Kakek lima cucu ini hanya digaji Rp 350.000 per bulan.
Dia mengisahkan, pada tahun 2011 silam, sang anak mendaftarkan dirinya untuk menjalankan ibadah haji. Setiap bulan, Mulyono lalu harus mengangsur pembayaran sebesar Rp 500.000.
Seluruh uang hasil jerih payahnya membersihkan masjid digunakan semua untuk membayar angsuran.
“Begitu saya niat berangkat haji, banyak jamaah yang memberi sedekah kepada saya. Hasilnya dikumpulkan untuk mengangsur biaya haji. Jika ada sisa saya pakai untuk keperluan sehari-hari,” kata Mulyono.
Mulyono mengenang, dirinya pernah beberapa kali mengikuti pengajian ke rumah orang yang baru pulang dari ibadah haji. Ketika itu, dirinya mempunyai keinginan untuk bisa menunaikan ibadah haji.
Setelah 6 tahun mengangsur, kini Mulyono menjadi salah satu calon jamaah haji (CJH) asal Tulungagung yang berangkat tahun 2017 ini.
Setiap hari Mulyono senantiasa berusaha fokus menjaga kebugaran tubuhnya agar tetap fit. Di pagi hari Mulyono selalu berjalan mengelilingi luar Stadion Rejoagung Tulungagung sebanyak empat kali.
Kadang pada pagi hari, Mulyono berangkat ke Masjid Agung Al Munawwar yang berjarak sekitar 6 kilometer dengan jalan kaki.
“Sebelum daftar, ayah saya ini sempat “curhat", apakah bisa berangkat haji dengan gaji segitu. Saya bilang, kalau Allah menghendaki pasti bisa,” ucap Lilik Mulyani (29), anak ketiga Mulyono.
Lilik pula yang mencarikan informasi pendaftaran haji yang dianggap terjangkau. Lalu dia mendapat informasi bahwa ada program dana talangan haji yang dikeluarkan sebuah bank syariah. Pihak bank kemudian memesan kursi untuk Mulyono senilai Rp 25 juta.
Untuk pendaftaran awal, Mulyono membayar Rp 2,5 juta. Dana talangan Rp 25 juta itulah yang harus diangsur Mulyono selama enam tahun. Dari jadwal tunggu, seharusnya Mulyono berangkat pada 2021 mendatang.
“Bahkan waktu tunggunya sempat mundur hingga 2024. Terus saya dua tahun lalu diberi tahu soal pengajuan calon jamaah yang lansia. Kebetulan Juni kemarin bapak sudah berusia 75 tahun,” ungkap Lilik.
Menurut Lilik, jalan ayahnya menuju Tanah Suci mendapatkan kemudahan. Setelah melakukan pelunasan pada bulan Juni, ada pemberitahuan Mulyono lolos dan akan diberangkatkan tahun ini.
Setelah dicek di Kantor Kementerian Agama Tulungagung, nama Mulyono memang tercantum. Mulyono diminta melakukan pelunasan sebesar Rp 11 juta. Lilik menegaskan, semua biaya yang diperlukan berasal dari hasil jerih payah ayahnya.
Terutama dari infaq jamaah yang tergerak hatinya, setelah tahu Mulyono akan berangkat haji.
Sebelumnya Mulyono sempat mengeluhkan sakit, karena sebelumnya menjadi perokok berat.
Jantungnya juga bermasalah. Namun setelah cek kesehatan, Mulyono dinyatakan sehat.
“Di KBIH tempat ayah saya ini ada tujuh orang lansia. Ayah saya satu-satunya yang tidak memerlukan pendamping,” tutur Lilik.
Kini tugas membersihkan Masjid Agung Al Munawwar sudah didelegasikan ke menantunya, Suyono sementara Mulyono terus bersiap, menunggu keberangkatannya ke tanah suci.
![]() |
| Mulyono (75) memandang tas haji, berisi perbekalannya selama di tanah suci. Meski bergaji Rp 350.000 per bulan, petugas kebersihan Masjid Agung Al Munawwar ini bisa berangkat haji tahun ini. |
Kakek sederhana ini terlihat bahagia, meski raut mukanya menunjukkan lelah. Matanya berkaca-kaca ketika ditanya persiapannya untuk menunaikan ibadah haji.
“Saya tidak menyangka bisa berangkat (haji),” tuturnya dengan nada bergetar.
Mulyono merupakan petugas kebersihan Masjid Agung Al Munawwar Tulungagung sejak 30 tahun silam. Hingga sekarang, Kakek lima cucu ini hanya digaji Rp 350.000 per bulan.
Dia mengisahkan, pada tahun 2011 silam, sang anak mendaftarkan dirinya untuk menjalankan ibadah haji. Setiap bulan, Mulyono lalu harus mengangsur pembayaran sebesar Rp 500.000.
Seluruh uang hasil jerih payahnya membersihkan masjid digunakan semua untuk membayar angsuran.
“Begitu saya niat berangkat haji, banyak jamaah yang memberi sedekah kepada saya. Hasilnya dikumpulkan untuk mengangsur biaya haji. Jika ada sisa saya pakai untuk keperluan sehari-hari,” kata Mulyono.
Mulyono mengenang, dirinya pernah beberapa kali mengikuti pengajian ke rumah orang yang baru pulang dari ibadah haji. Ketika itu, dirinya mempunyai keinginan untuk bisa menunaikan ibadah haji.
Setelah 6 tahun mengangsur, kini Mulyono menjadi salah satu calon jamaah haji (CJH) asal Tulungagung yang berangkat tahun 2017 ini.
Setiap hari Mulyono senantiasa berusaha fokus menjaga kebugaran tubuhnya agar tetap fit. Di pagi hari Mulyono selalu berjalan mengelilingi luar Stadion Rejoagung Tulungagung sebanyak empat kali.
Kadang pada pagi hari, Mulyono berangkat ke Masjid Agung Al Munawwar yang berjarak sekitar 6 kilometer dengan jalan kaki.
“Sebelum daftar, ayah saya ini sempat “curhat", apakah bisa berangkat haji dengan gaji segitu. Saya bilang, kalau Allah menghendaki pasti bisa,” ucap Lilik Mulyani (29), anak ketiga Mulyono.
Lilik pula yang mencarikan informasi pendaftaran haji yang dianggap terjangkau. Lalu dia mendapat informasi bahwa ada program dana talangan haji yang dikeluarkan sebuah bank syariah. Pihak bank kemudian memesan kursi untuk Mulyono senilai Rp 25 juta.
Untuk pendaftaran awal, Mulyono membayar Rp 2,5 juta. Dana talangan Rp 25 juta itulah yang harus diangsur Mulyono selama enam tahun. Dari jadwal tunggu, seharusnya Mulyono berangkat pada 2021 mendatang.
“Bahkan waktu tunggunya sempat mundur hingga 2024. Terus saya dua tahun lalu diberi tahu soal pengajuan calon jamaah yang lansia. Kebetulan Juni kemarin bapak sudah berusia 75 tahun,” ungkap Lilik.
Menurut Lilik, jalan ayahnya menuju Tanah Suci mendapatkan kemudahan. Setelah melakukan pelunasan pada bulan Juni, ada pemberitahuan Mulyono lolos dan akan diberangkatkan tahun ini.
Setelah dicek di Kantor Kementerian Agama Tulungagung, nama Mulyono memang tercantum. Mulyono diminta melakukan pelunasan sebesar Rp 11 juta. Lilik menegaskan, semua biaya yang diperlukan berasal dari hasil jerih payah ayahnya.
Terutama dari infaq jamaah yang tergerak hatinya, setelah tahu Mulyono akan berangkat haji.
Sebelumnya Mulyono sempat mengeluhkan sakit, karena sebelumnya menjadi perokok berat.
Jantungnya juga bermasalah. Namun setelah cek kesehatan, Mulyono dinyatakan sehat.
“Di KBIH tempat ayah saya ini ada tujuh orang lansia. Ayah saya satu-satunya yang tidak memerlukan pendamping,” tutur Lilik.
Kini tugas membersihkan Masjid Agung Al Munawwar sudah didelegasikan ke menantunya, Suyono sementara Mulyono terus bersiap, menunggu keberangkatannya ke tanah suci.
Kumpulkan Uang Untuk Biaya Menikah, Penjual Kue Yang Tunanetra Ini Membuat Netizen Terharu
Bagi seorang laki-laki yang hendak menjadi suami akan berusaha bertanggung jawab dalam menafkahi, apapun kondisi dirinya. Begitu juga yang tampak pada sosok seorang penjual kue yang tunanetra. Dengan kesungguhan niat, ia berusaha mengumpulkan biaya untuk pernikahan meski dengan keterbatasan fisik.
Kisahnya diunggah oleh Septiani Debirierie Djamback melalui media sosial Facebook. Diceritakan bahwa saat itu ia sedang membereskan rumah dan didatangi oleh seorang laki-laki yang mengenakan kaos hitam serta bertopi.
Tampak di tangannya sebuah wadah dari plastik berisi sejumlah kue yang hendak ditawarkannya kepada setiap orang. Ternyata laki-laki tersebut adalah penjual kue. Namun yang membuat Septiani terharu adalah penjual kue tersebut merupakan seorang tunanetra yang membawa tongkat kecil sebagai penunjuk arah saat berjalan.
Disebutkan oleh Septiani bahwa harga kue yang dijajakannya terbilang murah hanya 2 ribu rupiah. Namun Septiani tidak memberi kuenya, melainkan hanya memberikan uang saja.
Penjual kue itu pun sangat berterima kasih dan memberikan sebuah kertas kecil yang isinya ternyata undangan pernikahan ia dengan pasangannya.
“Terimakasih dek. Oia dek ini doain saya ingin melangsungkan pernikahan,” ucapnya
Sontak hal itu pun membuat Septiani tidak dapat menahan keharuannya dan mendoakan agar usaha penjual kue tersebut laris.
Septiani pun mengingatkan kepada netizen untuk membeli atau sekedar memberi uang kepada penjual yang tunanetra tersebut. Disebutkan bahwa penjual itu biasa ada di sekitar daerah Warakas Tanjung priok.
Dari kartu undangannya diketahui bahwa namanya adalah Budi Santoso dan akan menikahi wanita bernama Rochani pada tanggal 28 Januari di Cilodong Depok Jawa Barat.
Kisahnya diunggah oleh Septiani Debirierie Djamback melalui media sosial Facebook. Diceritakan bahwa saat itu ia sedang membereskan rumah dan didatangi oleh seorang laki-laki yang mengenakan kaos hitam serta bertopi.
Tampak di tangannya sebuah wadah dari plastik berisi sejumlah kue yang hendak ditawarkannya kepada setiap orang. Ternyata laki-laki tersebut adalah penjual kue. Namun yang membuat Septiani terharu adalah penjual kue tersebut merupakan seorang tunanetra yang membawa tongkat kecil sebagai penunjuk arah saat berjalan.
Disebutkan oleh Septiani bahwa harga kue yang dijajakannya terbilang murah hanya 2 ribu rupiah. Namun Septiani tidak memberi kuenya, melainkan hanya memberikan uang saja.
Penjual kue itu pun sangat berterima kasih dan memberikan sebuah kertas kecil yang isinya ternyata undangan pernikahan ia dengan pasangannya.
“Terimakasih dek. Oia dek ini doain saya ingin melangsungkan pernikahan,” ucapnya
Sontak hal itu pun membuat Septiani tidak dapat menahan keharuannya dan mendoakan agar usaha penjual kue tersebut laris.
Septiani pun mengingatkan kepada netizen untuk membeli atau sekedar memberi uang kepada penjual yang tunanetra tersebut. Disebutkan bahwa penjual itu biasa ada di sekitar daerah Warakas Tanjung priok.
Dari kartu undangannya diketahui bahwa namanya adalah Budi Santoso dan akan menikahi wanita bernama Rochani pada tanggal 28 Januari di Cilodong Depok Jawa Barat.
Dulu Kuli Batu Sekarang Jadi Bos, Sudah Keluarkan Rp 2 M Untuk Bangun Masjid
Pabrik keripik singkong milik Sucipto ini barangkali menjadi yang terbesar di wilayah Malang Raya, bahkan mungkin se-Jawa Timur. Kapasitas produksinya saat ini mencapai 3 ton per hari.
Namun, jauh sebelum menjadi bos besar seperti sekarang ini, Sucipto pernah hidup sangat miskin.
Bangunan pabrik keripik 'Cap Lumba-Lumba' itu berdiri kokoh di atas lahan seluas satu hektar, di Desa Talok, Kecamatan Turen.
Pada bagian depan halaman pabrik itu, sebuah monumen lumba-lumba setinggi dua meter berdiri kokoh.
Lumba-lumba memang menjadi kenangan indah di mata sang pemilik pabrik.
“Penggunaan nama itu berawal dari pengalaman saya saat berada di Pantai Ngliyep, 1998 silam. Waktu itu, saya melihat ada sekawanan lumba-lumba yang bergerak dari timur ke barat,” ujar Lumba, mencoba mengingat-ngingat lagi memori dua dekade silam, saat ditemui di rumahnya, akhir bulan lalu.
Kendati demikian, usaha untuk memulai bisnis keripik singkong belum ia mulai pada tahun tersebut.
Saat itu, kehidupan Sucipto belum seperti sekarang. Sucipto mengais rezeki dengan menjalani pekerjaan kasar. Mulai dari buruh tani, hingga kuli batu.
Pekerjaan kasar itu ia lakoni sejak 1986. Dari pekerjaan tersebut, Sucipto bisa memiliki tabungan sebesar Rp 90 juta di tahun 1997.
Tapi, alih-alih menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun untuk modal usaha, Sucipto malah “membuangnya”.
“Saya pernah bermimpi, saya diminta untuk membersihkan semua harta saya. Bahkan, istri saya juga bermimpi serupa,” ujar dia.
Bukan hanya uang Rp 90 juta saja, Sucipto juga memberikan seluruh benda yang ia miliki untuk fakir miskin.
“Kami lantas tinggal di rumah mertua. Untuk tidur, kami hanya menggunakan alas tikar,” ungkapnya.
Sementara untuk menyambung hidup, Sucipto memilih untuk bekerja sebagai kuli batu dan buruh tani. Pekerjaan itu ia lakoni selama lima tahun.
Hingga akhirnya, di tahun 2001, Sucipto mendapatkan ide untuk membuka usaha pembuatan keripik. Tekadnya sudah bulat, meski ia tak memiliki cukup uang untuk memulai sebuah usaha.
Solusinya adalah pinjam sana-pinjam sini.
“Saya utang bahan baku singkong dari petani. Minyaknya utang dari toko. Wajan penggorengannya juga pinjam, dari saudara,” kata pria yang sudah berusia 51 tahun ini.
Bukan hanya itu, Sucipto juga membuat sendiri alat pemotong singkong. Dia memanfaatkan gergaji kayu bekas dan dinamo dari pompa air. Dengan alat sederhana buatannya itu, Sucipto bisa memotong singkong menjadi bagian-bagian tipis.
Pada tahap awal merintis usaha, Sucipto dibantu beberapa orang tetangganya. Butuh waktu tiga hari untuk menghasilkan keripik singkong yang enak.
Keripik-keripik singkong yang awalnya tanpa merk itu dipasarkan sendiri oleh Sucipto. Dari pintu ke pintu, keliling kampung.
“Alhamdulillah, dalam waktu sekitar dua jam, barang dagangan saya ludes,” katanya.
Dari situ, Sucipto seolah melihat secercah harapan dari bisnis yang baru ia dirikan itu. Apalagi, dari keliling kampung itu, Sucipto memperoleh relasi-relasi baru dari pedagang yang siap membantu pemasaran produknya.
Bisnis keripik singkong itu terus berkembang. Sucipto pun memiliki berpikir soal brand saat ada pihak dari Dinas Kesehatan yang mendatangi pabriknya, pada tahun 2004 silam.
“Ketika mencari merk apa yang cocok, saya teringat dengan momen saat melihat kawanan lumba-lumba di Pantai Ngliyep,” kata pria kelahiran 29 Agustus 1965 itu.
Kini, usaha keripik cap lumba-lumba itu berkembang besar hingga memiliki 187 karyawan. Setiap harinya, pabrik milik Sucipto itu rata-rata memproduksi tiga ton keripik.
Dua ton di antaranya adalah keripik singkong. Sementara satu ton lainnya keripik pisang. Keripik produksinya sudah tersebar di berbagai daerah di seluruh nusantara.
Setelah berhasil mengembangkan usaha keripik singkong hingga sebesar sekarang, Sucipto tak lupa menyisihkan pendapatan yang ia terima untuk sedekah.
Selama delapan tahun, terhitung sejak 2009 hingga sekarang, Sucipto sudah mengeluarkan Rp 2 miliar untuk membangun Masjid Ageng Raden Bagus di seberang rumahnya. Proses pembangunan masjid seluas 832 meter persegi itu masih terus berlangsung hingga sekarang.
Kemudian, di tahun 2012, dia juga mengeluarkan uang Rp 175 juta untuk membangun PAUD-TK Raden Bagus, di Talok, Turen.
Lalu, Sucipto juga membeli lahan seluas 9 hektar di Gunung Prekul, Desa Gedangan, dan lahan seluas 5 hektar di kawasan Gunung Putri, Dampit. Lahan berhektar-hektar itu sengaja ia beli untuk reboisasi.
Namun, jauh sebelum menjadi bos besar seperti sekarang ini, Sucipto pernah hidup sangat miskin.
Bangunan pabrik keripik 'Cap Lumba-Lumba' itu berdiri kokoh di atas lahan seluas satu hektar, di Desa Talok, Kecamatan Turen.
Pada bagian depan halaman pabrik itu, sebuah monumen lumba-lumba setinggi dua meter berdiri kokoh.
Lumba-lumba memang menjadi kenangan indah di mata sang pemilik pabrik.
“Penggunaan nama itu berawal dari pengalaman saya saat berada di Pantai Ngliyep, 1998 silam. Waktu itu, saya melihat ada sekawanan lumba-lumba yang bergerak dari timur ke barat,” ujar Lumba, mencoba mengingat-ngingat lagi memori dua dekade silam, saat ditemui di rumahnya, akhir bulan lalu.
Kendati demikian, usaha untuk memulai bisnis keripik singkong belum ia mulai pada tahun tersebut.
Saat itu, kehidupan Sucipto belum seperti sekarang. Sucipto mengais rezeki dengan menjalani pekerjaan kasar. Mulai dari buruh tani, hingga kuli batu.
Pekerjaan kasar itu ia lakoni sejak 1986. Dari pekerjaan tersebut, Sucipto bisa memiliki tabungan sebesar Rp 90 juta di tahun 1997.
Tapi, alih-alih menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maupun untuk modal usaha, Sucipto malah “membuangnya”.
“Saya pernah bermimpi, saya diminta untuk membersihkan semua harta saya. Bahkan, istri saya juga bermimpi serupa,” ujar dia.
Bukan hanya uang Rp 90 juta saja, Sucipto juga memberikan seluruh benda yang ia miliki untuk fakir miskin.
“Kami lantas tinggal di rumah mertua. Untuk tidur, kami hanya menggunakan alas tikar,” ungkapnya.
Sementara untuk menyambung hidup, Sucipto memilih untuk bekerja sebagai kuli batu dan buruh tani. Pekerjaan itu ia lakoni selama lima tahun.
Hingga akhirnya, di tahun 2001, Sucipto mendapatkan ide untuk membuka usaha pembuatan keripik. Tekadnya sudah bulat, meski ia tak memiliki cukup uang untuk memulai sebuah usaha.
Solusinya adalah pinjam sana-pinjam sini.
“Saya utang bahan baku singkong dari petani. Minyaknya utang dari toko. Wajan penggorengannya juga pinjam, dari saudara,” kata pria yang sudah berusia 51 tahun ini.
Bukan hanya itu, Sucipto juga membuat sendiri alat pemotong singkong. Dia memanfaatkan gergaji kayu bekas dan dinamo dari pompa air. Dengan alat sederhana buatannya itu, Sucipto bisa memotong singkong menjadi bagian-bagian tipis.
Pada tahap awal merintis usaha, Sucipto dibantu beberapa orang tetangganya. Butuh waktu tiga hari untuk menghasilkan keripik singkong yang enak.
Keripik-keripik singkong yang awalnya tanpa merk itu dipasarkan sendiri oleh Sucipto. Dari pintu ke pintu, keliling kampung.
“Alhamdulillah, dalam waktu sekitar dua jam, barang dagangan saya ludes,” katanya.
Dari situ, Sucipto seolah melihat secercah harapan dari bisnis yang baru ia dirikan itu. Apalagi, dari keliling kampung itu, Sucipto memperoleh relasi-relasi baru dari pedagang yang siap membantu pemasaran produknya.
Bisnis keripik singkong itu terus berkembang. Sucipto pun memiliki berpikir soal brand saat ada pihak dari Dinas Kesehatan yang mendatangi pabriknya, pada tahun 2004 silam.
“Ketika mencari merk apa yang cocok, saya teringat dengan momen saat melihat kawanan lumba-lumba di Pantai Ngliyep,” kata pria kelahiran 29 Agustus 1965 itu.
Kini, usaha keripik cap lumba-lumba itu berkembang besar hingga memiliki 187 karyawan. Setiap harinya, pabrik milik Sucipto itu rata-rata memproduksi tiga ton keripik.
Dua ton di antaranya adalah keripik singkong. Sementara satu ton lainnya keripik pisang. Keripik produksinya sudah tersebar di berbagai daerah di seluruh nusantara.
Setelah berhasil mengembangkan usaha keripik singkong hingga sebesar sekarang, Sucipto tak lupa menyisihkan pendapatan yang ia terima untuk sedekah.
Selama delapan tahun, terhitung sejak 2009 hingga sekarang, Sucipto sudah mengeluarkan Rp 2 miliar untuk membangun Masjid Ageng Raden Bagus di seberang rumahnya. Proses pembangunan masjid seluas 832 meter persegi itu masih terus berlangsung hingga sekarang.
Kemudian, di tahun 2012, dia juga mengeluarkan uang Rp 175 juta untuk membangun PAUD-TK Raden Bagus, di Talok, Turen.
Lalu, Sucipto juga membeli lahan seluas 9 hektar di Gunung Prekul, Desa Gedangan, dan lahan seluas 5 hektar di kawasan Gunung Putri, Dampit. Lahan berhektar-hektar itu sengaja ia beli untuk reboisasi.
Kerap Dibully, Khamim yang Naik Haji Jalan Kaki Alami Hal Tak Masuk Akal dalam Perjalanannya
Nama Mochammad Khamim Setiawan (28) sempat jadi perbincangan publik Tanah Air.
Ya, dia adalah pemuda asal Pekalongan yang bikin heboh dengan klaimnya yang naik haji dengan berjalan kaki.
Banyak netizen yang tidak percaya dan membully Khamim berbohong.
Tapi, bagaimana kabarnya sekarang?
Luar biasa, Khamim kini telah sampai di Tanah Suci!
Sarjana Ekonomi dari Universitas Negeri Semarang itu menunaikan Ibadah Haji ditempuh dengan jalan kaki berangkat dari kampung halamannya di Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu.
Tentu saja ia melewati beberapa negara dengan terus berjalan kaki, tak peduli panas maupun hujan.
Kadang ia harus istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang ditemui, atau bahkan bermalam di hutan di berbagai negara.
Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Dengan membaca Bismillah dia memulai perjalanan itu untuk menempuh jarak kira-kira 9.000 kilometer.
Sesuai dalam kalender Indonesia, Hari Raya Idul Adha bertepatan tanggal 1 September 2017.
Sampai Tanah Suci, Khamim mengalami hal tak terduga.
Dia ternyata bisa tiba lebih cepat dari perhitungan matematis.
Dalam hitung-hitungan jarak berjalan per hari, Khamim menargetkan akan tiba di Kota Mekah tanggal 30 Agustus 2017, atau sebelum Wukuf.
Yang berarti Khamim jalan kaki selama 1 tahun untuk naik haji menempuh perjalanan 9 ribu kilometer dan melintasi banyak negara.
Ternyata kenyataannya, dia lebih cepat sampai di Kota Mekkah dari yang diperhitungkan.
Dalam postingan di Facebook, Kamis 27 Juli 2017 dia berfoto dengan background Kabah di Masjidil Haram.
Dia mengenakan pakaian ihram.
Tertulis begini : Muhammad Khamim (28), pemuda asal Wonopringgo, Kab.Pekalongan yang berjalan kaki dari Pekalongan menuju Mekkah selama berbulan-bulan ini, alhamdulillah dia sudah sampai di Mekkah untuk menjalankan ibadah haji.
Syaufani Solichin (73), ayah Khamim beberapa waktu lalu mengatakan, selama perjalanan, Khamim sering puasa Dawud yaitu sehari puasa sehari tidak puasa.
Saat awal berangkat Khamim ditemani dua orang rekannya.
Namun sesampai di Kabupaten Tegal, kedua temannya menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan.
Hanya tinggal Khamim yang kemudian benar-benar bisa sampai di Mekkah, sebagaimana niat awalnya.
Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari. Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer, dan hanya sekitar 15 kilometer jika kakinya merasa capek.
Selama perjalanan dari Pekalongan Jateng ke Tanah Suci mengalami sakit sebanyak dua kali. Yaitu ketika di Malaysia dan India.
Ia tidak meminum suplemen khusus, melainkan campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dari perubahan cuaca di negara-negara yang dilalui.
Perbekalan yang Khamim bawa yaitu kaos dan celana, dua pasang sepatu, kaus kaki, pakaian dalam, kantung tidur dan tenda, lampu, telepon pintar dan GPS.
Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera mini Indonesia, Merah Putih.
"I'm on my way to Mecca by foot" tulisan itu ada di kaosnya.
Maksud Khamim untuk memberi pesan kepada orang-orang yang ditemui di perjalanan tentang misinya menuju Mekkah di Arab Saudi.
Mochammad Khamim Setiawan meski masih pemuda, dia bukan orang miskin. Dia punya usaha kontraktor yang lagi berkembang. Semua itu dia tinggalkan demi menjalankan misi ini.
Dia bawa sejumlah uang secukupnya selama di perjalanan.
"Saya tak pernah meminta-minta. Namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain," kata Mochammad Khamim Setiawan dikutip Khaleej Times sebuah media besar di Uni Emirat Arab.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi merasa bangga atas semangat dan kesungguhan Mochammad Khamim yang berjalan kaki dari Pekalonan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Bupati, perjalanan haji Khamim adalah resmi atau legal. Karena semua perizinan dia tunaikan dan lengkapi dengan baik. Paspor dan visa semua lengkap.
Ya, dia adalah pemuda asal Pekalongan yang bikin heboh dengan klaimnya yang naik haji dengan berjalan kaki.
Banyak netizen yang tidak percaya dan membully Khamim berbohong.
Tapi, bagaimana kabarnya sekarang?
Luar biasa, Khamim kini telah sampai di Tanah Suci!
Sarjana Ekonomi dari Universitas Negeri Semarang itu menunaikan Ibadah Haji ditempuh dengan jalan kaki berangkat dari kampung halamannya di Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu.
Tentu saja ia melewati beberapa negara dengan terus berjalan kaki, tak peduli panas maupun hujan.
Kadang ia harus istirahat di masjid, menumpang di rumah orang yang ditemui, atau bahkan bermalam di hutan di berbagai negara.
Pada 19 Mei 2017, ia telah tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Dengan membaca Bismillah dia memulai perjalanan itu untuk menempuh jarak kira-kira 9.000 kilometer.
Sesuai dalam kalender Indonesia, Hari Raya Idul Adha bertepatan tanggal 1 September 2017.
Sampai Tanah Suci, Khamim mengalami hal tak terduga.
Dia ternyata bisa tiba lebih cepat dari perhitungan matematis.
Dalam hitung-hitungan jarak berjalan per hari, Khamim menargetkan akan tiba di Kota Mekah tanggal 30 Agustus 2017, atau sebelum Wukuf.
Yang berarti Khamim jalan kaki selama 1 tahun untuk naik haji menempuh perjalanan 9 ribu kilometer dan melintasi banyak negara.
Ternyata kenyataannya, dia lebih cepat sampai di Kota Mekkah dari yang diperhitungkan.
Dalam postingan di Facebook, Kamis 27 Juli 2017 dia berfoto dengan background Kabah di Masjidil Haram.
Dia mengenakan pakaian ihram.
Tertulis begini : Muhammad Khamim (28), pemuda asal Wonopringgo, Kab.Pekalongan yang berjalan kaki dari Pekalongan menuju Mekkah selama berbulan-bulan ini, alhamdulillah dia sudah sampai di Mekkah untuk menjalankan ibadah haji.
![]() |
| Allahumma Labbaik,... Mochammad Khamim (28) pemuda Pekalongan naik haji ditempuh berjalan kaki dari Pekalongan sudah tiba di Mekkah (facebook) |
Syaufani Solichin (73), ayah Khamim beberapa waktu lalu mengatakan, selama perjalanan, Khamim sering puasa Dawud yaitu sehari puasa sehari tidak puasa.
Saat awal berangkat Khamim ditemani dua orang rekannya.
Namun sesampai di Kabupaten Tegal, kedua temannya menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan.
Hanya tinggal Khamim yang kemudian benar-benar bisa sampai di Mekkah, sebagaimana niat awalnya.
Kondisinya yang berpuasa, membuatnya hanya berjalan di malam hari. Dalam kondisi fisik yang baik, ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer, dan hanya sekitar 15 kilometer jika kakinya merasa capek.
Selama perjalanan dari Pekalongan Jateng ke Tanah Suci mengalami sakit sebanyak dua kali. Yaitu ketika di Malaysia dan India.
Ia tidak meminum suplemen khusus, melainkan campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dari perubahan cuaca di negara-negara yang dilalui.
Perbekalan yang Khamim bawa yaitu kaos dan celana, dua pasang sepatu, kaus kaki, pakaian dalam, kantung tidur dan tenda, lampu, telepon pintar dan GPS.
Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah tas punggung yang di luarnya terpasang sebuah bendera mini Indonesia, Merah Putih.
"I'm on my way to Mecca by foot" tulisan itu ada di kaosnya.
Maksud Khamim untuk memberi pesan kepada orang-orang yang ditemui di perjalanan tentang misinya menuju Mekkah di Arab Saudi.
Mochammad Khamim Setiawan meski masih pemuda, dia bukan orang miskin. Dia punya usaha kontraktor yang lagi berkembang. Semua itu dia tinggalkan demi menjalankan misi ini.
Dia bawa sejumlah uang secukupnya selama di perjalanan.
"Saya tak pernah meminta-minta. Namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain," kata Mochammad Khamim Setiawan dikutip Khaleej Times sebuah media besar di Uni Emirat Arab.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi merasa bangga atas semangat dan kesungguhan Mochammad Khamim yang berjalan kaki dari Pekalonan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.
Menurut Bupati, perjalanan haji Khamim adalah resmi atau legal. Karena semua perizinan dia tunaikan dan lengkapi dengan baik. Paspor dan visa semua lengkap.
Langganan:
Postingan (Atom)








